![]() YM SERLINGPA DHARMAKIRTI [Guru Swarnadwipa, Sriwijaya] ![]() VEN DAGPO LAMA RINPOCHE JHAMPEL LHUNDRUP [Reinkarnasi Rinpoche sebelumnya] ![]() VEN DAGPO LAMA RINPOCHE LOBSANG JHAMPEL JHAMPA GYATSO [Reinkarnasi YM SERLINGPA DHARMAKIRTI, Sriwijaya] |
BIOGRAFI SINGKAT
Yang Mulia Dagpo Rinpoche Lobsang Jhampel Jhampa Gyatso lahir di Tibet pada tahun 1932, dan diyakini serta dikukuhkan oleh H.H Dalai Lama Ke-13 sebagai reinkarnasi dari seorang guru besar pada zaman Sriwijaya, yaitu Guru Swarnadwipa yang bernama Dharmakirti. Di Tibet, Dagpo Rinpoche ini lebih dikenal dengan nama Lama Serlingpa dan merupakan satu-satunya pemegang silsilah ajaran Bodhicitta yang otentik terutama tentang Tujuh Instruksi Menukar Diri dengan Makhluk lain.
Rinpoche tumbuh dalam tradisi keviharaan yang sangat murni dan ketat, dibawah bimbingan guru-guru besar seperti Kyabje Trijang Rinpoche, Kyabje Ling Rinpoche, Gomang Khenzur Ngawang Nyima Rinpoche dan bahkan H.H. Dalai Lama ke-14. Beliau menyelesaikan pelajaran lima teks besar (Pramana, Paramita, Madyamika, Abhidharma, Vinaya), Lamrim dan Tantra.
Beliau mulai mengunjungi Indonesia pada tahun 1988. Sejak itu, setiap tahun beliau secara rutin ke Indonesia untuk membabarkan Dharma, memberikan transmisi ajaran Buddha, khususnya ajaran Lamrim, dan memberikan beberapa inisiasi serta berkah kepada banyak orang. |
|
|
Ven. Dagpo Rinpoche Lobsang Jhampel Jampa Gyatso was born in Kongpo, Tibet, in 1932, and is believed and confirmed by H.H. The 13th Dalai Lama as the reincarnation of Swarnadwipa Dharmakirti, a great teacher from Sriwijaya. In Tibet, Dagpo Rinpoche is better known as the ‘Old Serlingpa’ and is the only successor of an authentic lineage Bodhicitta teachings, especially about The Seven Instruction of Exchanging Self with other being.
Rinpoche grew up in a very genuine and strict monastery, under the guidance of great teachers such as Kyabje Trijang Rinpoche, Kyabje Ling rinpoche, Gomang Khenzur Ngawang Nyima Rinpoche and H.H. the fourteenth Dalai Lama. He finished studying the five great texts ( Pramana, Paramita, Madyamika, Abhidharma, Vinaya), Lamrim dan Tantra.
He began visiting Indonesia in 1988. Since then, every year, he regularly comes to Indonesia to teach Dharma, gives transmission of Buddhism teaching-especially Lamrim teaching, and also some initiations and blessings to many people.
|