Bodhisattva Samantabhadra – Aktivitas Agung, Persembahan Terunggul

  • March 13, 2020

“Dengan rajanya semua harapan yang paling halus dan agung ini,

menolong para pengembara dalam samsāra yang tak terbatas jumlahnya,

dengan mencapai penguasaan kitab suci ini beserta praktik Arya Samantabhadra,

semoga alam-alam penderitaan menjadi sepenuhnya kosong dari semua makhluk!.”

-Pranidana Raja

Bodhisattva Samantabhadra terlahir di alam murni Buddha dari sebuah bunga teratai yang berhiaskan 7 permata mulia. Pada penggambaran tradisi Mahayana dan sesuai Sūtra Awatamsaka, Bodhisattva Samantabhadra akan berada di sebelah kanan Buddha Wairochana, sedangkan sebelah kiri Sang Buddha adalah Bodhisattva Manjuhsri. Bodhisattva Samantabhadra sering digambarkan sedang menunggangi gajah putih dengan gading 6. Beliau juga sering dikenal sebagai Bodhisattva dengan aktivitas agung. Selain itu, Bodhisattva Samantabhadra juga identik dengan persembahan unggul.

“Substansi-substansi persembahan manusia maupun dewata. yang dibayangkan maupun yang nyata

awan persembahan-persembahan unggul Samantabhadra memenuhi seluruh angkasa.”

-Memberkati Bumi dan Persembahan

Bodhisattva Samantabhadra juga memiliki kedekatan dengan sejarah dan budaya Nusantara. Kenapa bisa begitu? Pada candi Borobudur, terdapat relief Gandawyuha yang diambil dari Sūtra Awatamsaka. Pada relief tersebut, dijelaskan bahwa Bodhisattva Samantabhadra memiliki 10 tekad.

Kesepuluh tekad Bodhisattva Samantabhadra itu adalah:

1. menghormati para Buddha,

2. memuji Tathagata,

3. memberi persembahan yang luas,

4. menyesal dan bertobat atas perbuatan yang buruk,

5. bersuka cita atas pahala kebajikan,

6. memohon pemutaran roda Dharma,

7. memohon Buddha menetap di dunia,

8. selalu menyertai dan belajar dari Buddha,

9. selalu selaras dengan semua makhluk hidup,

10. melimpahkan semua pahala kebajikan secara universal.

Kesepuluh tekad tersebut juga terdapat dalam doa yang diberi judul “Pranidana Raja”. Doa ini dikenal sebagai doa dedikasi yang paling agung. Doa ini mengantarkan semua kebajikan yang telah kita himpun untuk pencapaian tujuan tertinggi dan kebahagiaan semua makhluk. Sehari-hari kita juga sering mengucapkan intisari dari 10 tekad Bodhisattva Samantabhadra dalam bentuk doa yang kita kenal dengan “Doa 7 Bagian”. Doa ini merupakan bagian dari Enam Praktik Pendahuluan, bagian penting dalam pembelajaran & praktik Lamrim yang bersumber dari Guru Suwarnadwipa Dharmakirti.

Berikut ada beberapa contoh bait doa Pranidana Raja yang sesuai dengan tekad Bodhisattva Samantabhadra yang juga menjadi bagian dari Doa 7 Bagian:

“Engkau para singanya di antara manusia, telah bebas baik di masa sekarang, masa lalu dan masa mendatang, tinggal di sepuluh penjuru di dunia ini, kepadamu aku bersujud dengan tubuh, ucapan, dan batin yang tulus.” – Tekad untuk menghormati para Buddha.

“Bunga-bunga nan cantik dan untaian bunga nan anggun, musik nan merdu, minyak wangi, dan payung-payung, dian nan kemilau cemerlang, dan aroma dupa yang menentramkan, aku persembahkan kepadamu para Sang Penakluk.” – Tekad memberi persembahan yang luas.

“Dengan tangan ber-anjali, aku memohon sungguh-sungguh, Engkau yang hendak mewujudkan Parinirwana, mohon tinggal dengan kami selama kalpa tak terhitung layaknya atom-atom di dunia, demi kebahagiaan dan kebaikan semua pengembara samsāra.” – Tekad memohon Buddha menetap di dunia.

Alangkah baiknya jika doa tersebut dibacakan setiap hari oleh kita sebagai praktisi Dharma sehingga dapat menginspirasi kita selalu untuk bertindak dan memiliki batin yang selalu sesuai dengan aspirasi Sang Bodhisattva Aktivitas Agung, yaitu Bodhisattva Samantabhadra.

Sumber

http://www.buddhanet.net/pdf_file/samantabhadra.pdf


https://majalah.tempo.co/read/iqra/154562/membabar-gandawyuha?hidden=login

Buku “Kidung Manggala Bhakti”