Delapan Neraka Panas

  • May 31, 2015
Neraka Pembangkitan Kembali

Neraka Pembangkitan Kembali adalah tempat tanpa penjaga sama sekali. Akan tetapi, akibat kekuatan karma buruk mereka, makhluk-makhluk yang terlahir di sana merasakan kebencian satu dengan lainnya sejak pandangan pertama. Karena setiap objek yang mereka pegang berubah menjadi senjata, penghuni-penghuni Neraka Pembangkitan Kembali saling menebas satu sama lain hingga berkeping-keping, kemudian jatuh tak sadarkan diri ke tanah.

 

Kemudian, sebuah suara dari angkasa terdengar mengatakan, ?Semoga kamu semua dibangkitkan kembali.? Pada waktu yang sama, angin yang menyejukkan juga mulai berhembus. Saat angin bertiup mengenai tubuh yang terpotong-potong, daging dan tulang-tulang yang terpencar menyatu kembali dan tubuh-tubuh tersebut hidup kembali. Lalu siklus ini mulai kembali dan berulang terus-menerus.

 

Seperti sebuah syair dari Surat kepada Seorang Sahabat:

Rasa sakit apapun yang dialami di sini dalam satu hari
Oleh tusukan-tusukan kuat dari tiga ratus tombak,
Tidaklah sebanding dengan hanya sebagian
Bahkan dari sebuah kesengsaraan kecil di neraka-neraka.

Neraka Garis-garis Hitam

 

Mulai dari Neraka Garis-garis Hitam, neraka-neraka memiliki penjaga-penjaga dengan nama-nama seperti ?Ava, Kepala Sapi? dan ?Yaksha, Kepala Babi.? Penjaga-panjaga neraka yang mengerikan ini, menjalankan berbagai fungsi, mata mereka merah dan tubuh mereka sebesar gunung. Ketika mereka berteriak ?Pukul mereka!? dan ?Bunuh mereka!? makhluk-makhluk neraka dilanda rasa ngeri seolah-olah tubuh mereka akan hancur berkeping-keping. Kemudian penjaga-penjaga menangkap mereka dan setelah membaringkan punggung mereka di atas lantai besi yang membara, dengan menggunakan kawat besi yang membara membuat banyak garis-garis pada tubuh mereka yang besar. Luka bakar yang disebabkan oleh kawat-kawat ini meninggalkan bekas garis-garis hitam, yang menandai tempat di mana penjaga-penjaga neraka lain akan memotongnya dengan gergaji, seperti halnya tukang kayu memotong kayu. Selain itu, penjaga-penjaga lain membelah mereka dengan kapak atau memotong-motong mereka dengan kapak kayu. Ketika tubuh makhluk-makhluk ini telah terpisah-pisah, semua potongan-potongan daging yang tersebar?termasuk setiap tetesan darah yang jatuh di atas lantai besi membara?tidaklah terpisah dari batin makhluk-makhluk yang memilikinya. Sebagai akibatnya, potongan-potongan itu juga merasakan sensasi rasa sakit.

 

Neraka Himpitan

Sebagian besar makhluk yang terlahir di Neraka Himpitan berada di sana sebagai hasil matang sepenuhnya dari pembunuhan. Di sana mereka terperangkap di antara dua gunung berbentuk seperti kepala biri-biri jantan. Tak mampu kabur atau melarikan diri, mereka diremukkan saat kedua gunung berhimpit. Setelah itu, gunung tersebut berpisah dan tubuh makhluk-makhluk neraka ini kembali ke kondisi mereka semula. Kemudian, proses tersebut berulang terus menerus.

 

Cara bagaimana makhluk-makhluk ini diremukkan berbeda-beda. Beberapa dihancur-leburkan dalam sebuah penggilingan. Beberapa dihancurkan dalam lumpang, seperti biji-biji wijen. Beberapa dipaksa melewati balok penekan yang terbuat dari besi. Beberapa juga diremukkan di antara gunung-gunung yang mengambil bentuk makhluk-makhluk yang mereka bunuh sebelumnya.

 

Neraka Jeritan-jeritan

Makhluk-makhluk yang terlahir di Neraka Jeritan-jeritan ditempatkan dalam sebuah rumah besi tanpa pintu keluar. Di dalam rumah dan di sekitar rumah terdapat api yang berkobar-kobar. Ketika makhluk-makhluk neraka ini menyadari tidak ada jalan untuk melarikan diri dari siksaan fisik ini, mereka mengalami penderitaan batin yang luar biasa dan menjerit-jerit kesakitan.

 

Neraka Jeritan-jeritan Hebat

Makhluk-makhluk yang terlahir di neraka Jeritan-jeritan Hebat ditempatkan dalam sebuah rumah besi yang memiliki dua ruangan. Ini menyebabkan penderitaan mereka dua kali lipat lebih hebat karena meskipun mereka dapat lari dari salah satu ruangan besi, mereka tetap mengalami penderitaan mental yang lebih parah ketika mereka menyadari bahwa mereka tidak dapat lari dari ruang besi yang kedua.

 

Neraka Lautan Api

Makhluk-makhluk yang terlahir di Neraka Lautan Api ditusuk dengan tombak-tombak besi membara yang memanjang dari pantat sampai atas kepala, membakar seluruh jeroan mereka, dan menyemburkan api yang keluar dari mata dan mulut mereka.

 

Mereka juga direbus dalam tong-tong perunggu besar berisi lelehan besi mendidih. Setelah itu, tulang-tulang yang terpisah menyatu kembali, tubuh mereka terbentuk utuh, dan mereka direbus kembali dengan cara yang sama seperti sebelumnya.

 

Neraka Lautan Api Besar

Makhluk-makhluk yang terlahir di Neraka Lautan Api Besar mengalami api dua kali lipat lebih panas daripada di Neraka Lautan Api. Api ini membakar dan melebur semua daging, otot-otot, dan seluruh jeroan, tidak meninggalkan apapun selain tulang-tulang. Setelah itu, tulang-tulang menyatu kembali, tubuh mereka terbentuk kembali, dan begitu seterusnya.

 

Beberapa makhluk memiliki tubuh yang panjang dibungkus dalam kepingan besi tipis yang membara. Makhluk lainnya dibungkus dan diikat dengan benang besi yang membara. Kemudian tubuh-tubuh mereka diremas sehingga daging dan tulang dipaksa keluar melalui ruang-ruang di antara bungkusan besi, bagaikan gumpalan adonan tsamba yang mencuat keluar di antara jari-jari karena genggaman yang erat.

 

Beberapa makhluk ditusuk dengan trisula berapi yang memanjang dari pantat hingga ke mahkota kepala. Kemudian lidah mereka ditarik ke luar sejauh beberapa yojana dan dilindas bajak serta instrumen serupa lainnya. Makhluk lainnya dijepit di antara dua papan besi membara, serupa dengan cara kita menempatkan kitab-kitab suci di antara papan kayu sebelum membungkusnya dengan kain.

 

Neraka Siksaan Tanpa Henti

Neraka Siksaan Tanpa Henti merupakan sebuah tempat dimana tidak ada pengalaman menyenangkan sedikit pun, dan penderitaan yang dialami jauh lebih hebat dibanding di neraka panas mana pun yang terletak di atasnya.

 

Ketika kita membakar sesuatu seperti batu atau sepotong logam dalam tungku pembakaran, objek-objek ini terlihat seolah-olah menyatu dengan api. Demikian juga, tubuh dari makhluk yang terlahir di neraka ini tidak dapat dibedakan dari api yang membara di sana. Jeritan-jeritan karena rasa sakit yang luar biasa merupakan satu-satunya cara untuk mengetahui bahwa ada makhluk yang hidup di sana.

 

Penderitaan di neraka ini sangat hebat. Tubuh makhluk-makhluk di sana bagaikan sumbu lampu mentega, dan mereka dibakar oleh api yang datang dari sebelas arah?delapan arah mata angin, atas, bawah bahkan dari dalam tubuh mereka. Sesungguhnya, penderitaan di Neraka Siksaan Tanpa Henti lebih besar dari gabungan semua penderitaan di ketiga alam, mulai dari Neraka Lautan Api Besar ke atas. Seperti Surat kepada Seorang Sahabat menyatakan:

Sama seperti lenyapnya semua kemelekatan
Dianggap sebagai kebahagiaan terunggul,
Begitu pula rasa sakit di Neraka Siksaan Tanpa Henti
Adalah paling mengerikan dari semua penderitaan.

Dikutip dari Buku Pembebasan di Tangan Kita Jilid Kedua. Hubungi kami di info@kadamchoeling.or.id untuk keterangan lebih lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *