KULLU 2010: RISALAH AGUNG TAHAPAN JALAN MENUJU PENCERAHAN

  • August 24, 2010


Tahun ini, Kadam Choeling Indonesia datang membawa sebuah rombongan yang cukup besar (59 orang: 14 Biksu dan 45 umat awam). Kami semua memiliki tujuan yang sama: mendengarkan ajaran Risalah Agung Tahapan Jalan Menuju Pencerahan (Lamrim Chenmo) karya Jey Tsongkhapa oleh Dagpo Rinpoche di Kais, Kullu – India.
Baru saja tiba di Dhakpo Shedrup Ling pada 29 Juli 2010, kami (semua peserta dari Indonesia) berkesempatan untuk bertemu langsung (audiensi) dengan Dagpo Rinpoche. Satu per satu dari kami memasuki ruangan Rinpoche sambil mempersembahkan khatag kepada Rinpoche. Rinpoche menanyakan kesan-kesan peserta atas India, yang tentu saja langsung dijawab lebih panas daripada Indonesia. Hal ini tentu saja merujuk pada Delhi yang memiliki udara yang panas. Rinpoche lanjut dengan menanyakan kabar beberapa biksu Indonesia dan juga perkembangan pelajaran bahasa Tibet mereka. Rinpoche memberikan kesempatan kepada peserta dari Indonesia untuk belajar Bahasa Tibet selama berada di biara karena kami tidak memiliki banyak kesempatan untuk belajar Bahasa Tibet di Indonesia. Audiensi berlangsung sekitar 30 menit. Di akhir audiensi, kami semua menerima apel dari Rinpoche.
Bertempat di biara Dhakpo Shedrup Ling, Kais, Kullu – India, retret kali ini dihadiri oleh sekitar 180 orang umat awam yang berasal dari berbagai negara (Indonesia, Malaysia, India, Perancis, Belanda, dll) dan sekitar 150 orang yang merupakan anggota Sangha. Retret dimulai pada 30 Juli – 13 Agustus 2010 dengan dua sesi setiap harinya (pk 09.00-11.30 dan 14.30-16.30 waktu setempat). Tahun ini, Rinpoche berhasil menyelesaikan transmisi Lamrim Kun Kyen dan sebagian dari Lamrim Chenmo.

Pada tanggal 3 Agustus, kami juga berkesempatan untuk menyambut kedatangan seorang Rinpoche yang merupakan reinkarnasi dari Baso Je (adik dari Khedrup Je yang merupakan murid utama Jey Tsongkhapa). Acara penyambutan berlangsung singkat, dan dilanjutkan dengan acara makan bersama di kediaman Dagpo Rinpcohe.

Pada tanggal 8 Agustus, Rinpoche memberikan inisiasi umur panjang Tara Putih yang diikuti tidak hanya peserta retret tetapi juga oleh banyak masyarakat sekitar Kais. Dan pada siang harinya, dilangsungkan seminar singkat berupa sesi tanya jawab antara penduduk setempat dengan Rinpoche dan para biksu di Dhakpo Shedrup Ling.

Pada tanggal 13 Agustus, dilangsungkan Puja Umur Panjang untuk Dagpo Rinpoche.


Pada tanggal 16 Agustus dilangsungkan acara penyambutan His Holiness Dalai Lama ke XIV. Keesokkan harinya, 17 Agustus 2010, kami menyaksikan pertunjukkan debat yang dilakukan oleh beberapa biksu senior dan beberapa biksu baru di hadapan His Holiness. Acara dilanjutkan dengan Upacara Pembangkitan Bodhicitta bersama HH Dalai Lama. Acara tersebut dihadiri oleh banyak sekali umat yang berasal dari daerah-daerah di sekitar Kullu.
Demikianlah retret di Kullu tahun ini telah usai dan akan berlanjut ke tahun depan dengan agenda melanjutkan sebagian dari Lamrim Chenmo yang belum selesai. Retret kali ini meninggalkan begitu banyak kisah dan kesan bagi para peserta. Kisah perjalanan panjang yang harus ditempuh menuju Kullu, kisah selama retret berlangsung, dan kesan-kesan peserta retret yang baru pertama kali mengikuti retret di Kullu. Kesemuanya akan kami jadikan berita terpisah di bagian headline berita selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *