Mantra adalah kualitas ucapan dari Buddha. Ketika salah satu kualitas Buddha hadir, maka kualitas yang lainnya juga turut hadir. Kalau begitu, lengkap sudah kehadiran Buddha.
—Y.M. Suhu Bhadra Ruci
Mantra berasal dari bahasa Sansekerta. ‘Man’ adalah kependekan dari ‘manas’ yang berarti batin, sementara ‘tra’ artinya menolong atau melindungi. Jadi secara harfiah, “mantra” berarti “melindungi batin”.
Mantra adalah frasa yang dilafalkan terus-menerus untuk membantu batin lebih fokus pada objek yang baik sekaligus melindungi batin dari pikiran negatif.
Ketika mantra dilafalkan dengan mengeluarkan suara secara terus-menerus, napas dan energi dalam tubuh menjadi lebih teratur.
Manfaat melafalkan mantra yaitu membuat kita lebih tenang dan pikiran menjadi lebih tajam, mantra juga membantu kita fokus pada kondisi batin untuk memancarkan cinta kasih dan welas asih, serta kita dapat menyelaraskan tubuh, ucapan, dan pikiran.
Bagi praktisi pada tingkatan yang lebih tinggi, pelafalan mantra membantu mencapai tingkatan batin paling halus dan berfokus pada sunyata menuju pencapaian Kebuddhaan demi kebahagiaan semua makhluk.
Ada beberapa cara melafalkan mantra. Cara yang paling umum digunakan adalah melafalkannya secara vokal dan mental.
Secara vokal berarti melafalkan mantra dengan mengeluarkan suara. Sedangkan, secara mental berarti membayangkan suku-suku kata mantra dan melafalkannya dalam hati atau membayangkan bahwa suku-suku kata tersebut sendiri mengeluarkan suara.
Disebutkan dalam ‘Tantra yang Dimohon oleh Subahu’, praktisi yang hendak melafalkan mantra perlu menghindari delapan kesalahan:
Welas Asih, Kebijaksanaan, dan Kekuatan
Pujian kepada Je Tsongkhapa (Migtsema)
MIGMEY TSEWEI TERCEN CENREZIG
DRIMEY KYEYPEI WANGPO JAMPEIYANG
GANGCHEN KYEYPEI TSUGGYEN TSONGKHAPA
LOZANG DRAGPEI SHABLA SOLWA DEB
Arya Avalokiteshvara, harta agung dari welas asih yang tak terbayangkan,
Yang Mulia Tsongkhapa, mahkota permata para suci di tanah bersalju Tibet,
Kepada Yang Mulia Lobsang Dragpa di kaki-Mu aku memohon doa restu.
Cara mempraktikkan Migtsema bisa dibaca di sini
Purifikasi
Vajrasattva
OṂ VAJRASATTVA SAMAYAM ANUPĀLAYA,
VAJRA-SATTVATVENOPATIṢṬHA, DRḌHO ME BHAVA, SUTOṢYO ME
BHAVA, SUPOṢYO ME BHAVA, ANURAKTO ME BHAVA, SARVA-SIDDHIṂ
ME PRAYACCHA, SARVA-KARMĀSU CA ME CITTAṂ ŚRĪYAṂ KURU HUṂ,
HA HA HA HA HOḤ, BHAGAVAN SARVA-TATHĀGATA, VAJRA MĀ ME
MUÑCA, VAJRA BHAVA, MAHĀ-SAMAYA-SATTVA ĀḤ HUṂ PHAṬ
Engkau, Vajrasattva, telah membangkitkan bodhicitta sesuai dengan sumpah samaya-Mu. Batin suci-Mu diperkaya dengan tindakan suci yang dengan serempak membebaskan para makhluk pengembara di samsara, yang terus berulang menderita oleh skandha-nya. Apapun yang terjadi di dalam hidupku - senang atau sedih, baik atau buruk—dengan senang hati, sang Batin Suci, jangan pernah menyerah untuk terus menuntunku. Kumohon untuk memantapkan semua kebahagiaan, termasuk kebahagiaan di alam-alam yang lebih tinggi, juga wujudkanlah segala tindakan dan pencapaian umum maupun yang agung, serta mohon kiranya berkenan membuat lima kebijaksanaan mulia bersemayam di dalam hatiku.
Cara mempraktikkan Vajrasattva bisa dibaca di sini
Back:
Panduan Kebajikan
Next:
Pelafalan Sutra Hati