Persembahan Pelita

Pelita memberikan cahaya sehingga hasilnya [dari mempersembahkan pelita], kita pun akan memberikan penerangan bagi banyak makhluk.

–Y.M. Biksu Bhadra Ruci

Persembahan pelita sejatinya adalah persembahan cahaya kepada Guru, Buddha, dan Bodhisattva di semua penjuru

Persembahan pelita sejatinya adalah persembahan cahaya kepada Guru, Buddha, dan Bodhisattva di semua penjuru. Seperti sifat cahaya yang menerangi gelap, kita mempersembahkan pelita dengan harapan dapat menghilangkan kegelapan batin kita dan semua makhluk.

Manfaat Mempersembahkan Pelita

10 Manfaat persembahan pelita pada Triratna menurut Karmavibhaṅga:

1

Menjadi laksana lampu di dunia

2

Mata fisiknya akan dimurnikan sepenuhnya

3

Seseorang akan menjadi peramal

4

Kebijaksanaan untuk membedakan kualitas baik dan buruk akan muncul

5

Ketidaktahuan dan kegelapan dari pengaburan mental akan disingkirkan

6

cahaya kebijaksanaan akan terbit

7

Bahkan saat mengembara dalam saṃsāra, seseorang tidak akan berada dalam kegelapan

8

Seseorang akan memperoleh kemakmuran besar

9

Seseorang akan terlahir kembali di surga

10

Seseorang akan segera mencapai nirvana lengkap

Kisah-Kisah Persembahan Pelita

Ada beberapa kisah tertulis di berbagai teks terkait persembahan pelita, antara lain:

Arya Sariputra pernah terlahir sebagai seorang kurir yang menyalakan pelita ketika berteduh di sebuah cetiya. Tanpa sengaja, beliau menerangi lukisan gambar Buddha di dinding. Beliau kemudian berpikir, “Betapa saya ingin bertemu dengan makhluk menakjubkan ini!” Kekaguman beliau akan sosok Buddha dan persembahan pelita yang tanpa sengaja beliau lakukan menjadi sebab kebijaksanaan beliau sehingga bisa menjadi salah satu murid unggul Buddha Sakyamuni.

Kisah-Kisah Persembahan Pelita

Pengemis yang Bernama ‘Mengandalkan Keceriaan’ membeli minyak dengan satu-satunya koin yang dimiliki untuk membuat persembahan kepada Buddha dan Sangha. Ia kemudian pergi ke biara, menyalakan pelita dengan minyak tersebut di depan Buddha dengan sumpah yang sangat tulus. Pelita itu tak bisa dipadamkan, bahkan Arya Maudgalyayana tidak bisa memadamkannya dengan kekuatan gaibnya.

Buddha Dipankara dan Buddha Sakyamuni pernah terlahir sebagai seorang biksu bernama Arya Upasika dan seorang putri bernama Putri Cerdas. Arya Upasika membuat sumpah untuk mempersembahkan pelita pada Buddha dan Sangha selama tiga bulan. Putri yang mengetahui menyokong kebutuhan Biksu dengan mengirim pelita minyak dan barang-barang kebutuhan lain. Buddha kemudian meramalkan Biksu itu kemudian hari akan menjadi Buddha Dipankara dan putri menjadi Buddha Sakyamuni.

Cara Mempersembahan Pelita

Langkah-langkah dari mempersembahkan pelita adalah sebagai berikut:

1

Bangkitkan motivasi bajik, yaitu mencapai Kebuddhaan demi semua makhluk atau paling minimal adalah mencapai kelahiran kembali dengan kebebasan dan keberuntungan.

2

Siapkan pelita dari mentega, lilin, minyak, ataupun lampu listrik.

3

Berkahi dengan asap dupa, baca Om Ah Hum 3x.

4

Persembahkan cahaya tersebut kepada semua Guru dan Buddha di semua penjuru demi menghilangkan kegelapan di batin kita dan semua makhluk.

5

Bacakan bait Doa Persembahan Pelita yang telah disusun oleh Guru Atisha.

Kesempatan Mempersembahkan Pelita untuk Umur Panjang Sang Mentari Dharma

Kesempatan Mempersembahkan Pelita untuk Umur Panjang Sang Mentari Dharma

Selain diyakini merupakan kelahiran kembali dari Guru agung Buddhis Sriwijaya, yakni Guru Suwarnadwipa Dharmakirti, Guru Dagpo Rinpoche juga telah aktif mengajar untuk KCI dan seluruh muridnya di Indonesia selama lebih dari 30 tahun.

Sebagai persembahan untuk umur panjang beliau, dibuka kesempatan berdana pelita dan stupika dalam program persembahan 10 juta pelita dan 100.000 stupika yang telah berlangsung sejak tahun 2013.

Sebagai pertanda umur panjang, pelita seharusnya dinyalakan selama mungkin. Untuk itu, pelita akan dipersembahkan di dalam Rumah Pelita di Biara Indonesia Tuṣita Vivaraṇācaraṇa Vijayāśraya tanpa putus.

Mari berpartisipasi dalam persembahan pelita kepada Triratna tanpa putus ini sekaligus menjalin ikatan karma dengan Guru Dagpo Rinpoche!

Pelajari lebih lanjut

Sudah
Punya
Altar?

Undang Ladang Kebajikan ke rumahmu!

Sudah Punya Altar

Rekomendasi panduan kebajikan lain


Back:
Panduan

Share